Thai Trip, Day one
sebenarnya, kejadian dibawah ini terjadi di awal bulan Mei, tapi penulisan yang terlambat menjadikan blog ini ditulis hari ini…
Arrive in
Bangkok
at 3 PM (local time). Perjalanan jauh yang terburu-buru menuju imigrasi.
Antrian panjang membuat semakin lamanya penantian ini, ditambah perubahan jalur
antrian oleh petugas dari Foreign Passport to Local Passport queue. Dibagi
menjadi 2 line. Karena cici dan nyokap pisah jalur denganku, otomatis gw duluan
yang selesai dari antrian passport check. Menuju baggage claim, lupa koper yang
warna apa ^__^! Untung inget, merk-nya
Polo. Diambilah koper besar, biru tua, merk Polo dengan id holder Microsoft
berisi id card cici. Nah yang satu lagi, lupa bentuk dan merk-nya, warnanya
doank yang inget, HITAM. Sekitar 5 menit, baru mami nyusul dan membantu nyari
bagasi yang 1 lagi. Kemudian cici nyusul juga, beberapa koper kemudian, barulah
koper yg dinanti baru muncul. Langsung meluncur ke Exit 2. mencari papan nama
bertuliskan nama nyokap di puluhan papan nama yang ada. Mudah ditemukan, karena
ada di tengah dan papannya jelas terbaca dari jauh. Seorang lelaki Thai
berkulit putih memegang papan nama itu. Keluarlah menuju pintu keluar, di
samping terdapat marketing-marketing dari hotel-hotel ternama, semua terlihat
memakai setelan rapi, minimal jas dan blazer. Shake hand dnegan Mr. Sopoon
(bukan spoon, hehe) langsung diajak ke lobi melwati escalator ke bawah. Nunggu
mobil di sederetan kursi perunggu sambil melihat orang lalu lalang dari belahan
Negara lain. Kulit hitam, putih, jilbab, keriting, botak, gimbal, negro,
Hispanic, melayu. Backpacker juga tampak. Sudah pakai “tas extra besar”, di depannya masih nempel tas ransel. Depan-belakang
tas, ngeliatnya ajah cape. Wuihhh !!!
Sesampainya Mr.
Sopoon langsung menuju mobil. Mobil van, kapasitas banyak, Nissan, spt LX
300-nya Mitsubishi, tapi much bigger. + 30 menit baru sampai hotel,
dengan penjelasan dari sang tour guide tentang destination selama di Thai.
Check-in,
beres-beres, mandi, langsung cabut menuju tempat makan. 6.30 PM di lobi hotel
bertemu kembali dnegan Mr. Sopoon. Ternyata oh ternyata, hotel itu menempel
dengan mall, layaknya Mangdu Square dengan hotel Mercure di kawasan Gunung
Sahari, jakarta. Melintasi booth-booth mall, sampailah di Foodcourt. Bingung
pilih makanan yang mana, semua bahasa Thai, hanya mengandalkan insting dan
gambar yang terpampang. Tak ada bahas inggris. Untung dibantu show food yang
tersedia di show case, tapi tidak semua booth menyediakannya. Terpilihlah kwee
tiauw siram babi, seharga 30 baht (@ Rp 300,-) + minum lemongrass pandan tea. Rasa
= sedap, nikmat, kenyang (ditambah kiriman nasi tetangga ^___^) & MURAH
CUIY !!! 10rb dapet kwee tiauw babi, mana dapet di jakarta ???
Uniknya, sendok
garpu ambil sendiri dari satu wadah besar, di celup ke air panas untuk
mereduksi kuman bakteri.
Lanjut jalan ke
subway, perjalanan lumhay jauh, pakai coin RFID untuk mengakses subwaynya.
Subway nya enak banget !! jauh deh busway … hehe
Turun di pasar
malam yang asoy geboy gedebug enjoy. Jalan sampai 10.30 PM, kaki pegel, telapak kaki sakit, kantong terkuras. Never
be-4 nie. Blanjaan uda banyak, kantong plastik ud >7 dah. Balik hotel dengan
subway lagi. Sempet foto-2 gokil di terminal subway dan inside subway. Pake
diliatin ABG Thai juga, hehe, serasa gw alien gitu ngeliatinnya. Biasa aja
kaleeee..
Sampe hotel,
lepas semua barang, ganti baju, cuci kaki, langsung manjain kaki. Disayang-sayang
biar bisa terus jalan besoknya. Wkwkkwkw
Rebahan enak banget dah. Abis itu lanjut tidur….